Pertamina Lestarikan Terumbu Karang di Pariaman

Rabu, 06 September 2017 10:08


(ist)

108Jakarta.com - PT Pertamina (persero) melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Minangkabau menginisiasi gerakan penanaman terumbu karang buatan di Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumatra Barat. Langkah ini diambil menyusul kesadaran bahwa kerusakan terumbu karang di perairan Sumatra Barat sudah cukup parah.


Pertamina menyalurkan Rp 200 juta kepada Pemerintah Kota Pariaman dan Tabuik Diving Club untuk merampungkan proyek penanaman terumbu karang buatan ini. Terumbu karang buatan yang dipasang berkonsep reef garden atau taman koral. 


Sebuah kelompok penyelam di Pariaman, Tabuik Diving Club, menengarai proses pemutihan terumbu karang atau bleaching mulai terjadi sejak 2016 lalu. Salah satu penyebabnya adalah kenaikan suhu perairan di Indonesia akibat pemanasan global dan El Nino.


Sayangnya, pemutihan terumbu karang ini diperparah dengan praktik penangkapan ikan secara ilegal dengan bom. Catatan Pemerintah Kota Pariaman, Sumatra Barat, sebanyak 50 persen terumbu karang di kawasan perairan konservasi terimbas penangkapan ikan tak ramah lingkungan dan pemutihan koral. Bahkan disebutkan hanya tersisa 10 persen luas terumbu karang yang masih sehat dan berkualitas. 


Hal ini juga akui oleh Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman. Pemerintah, lanjutnya, menerima laporan adanya praktik penangkapan ikan yang tak ramah lingkungan seperti bom ikan. Meski hasil tangkapan dengan bom ikan akan meningkat secara drastis, namun Mukhlis menegaskan bahwa kondisinya akan berbalik setelahnya. Menurutnya, penangkapan ikan secara ilegal dengan bom hanyalah membunuh habitat ikan dan efeknya jangka panjang. 


"Pas dibom memang ikan banyak yang ditangkap. Setelahnya, saat terumbu rusak dan rumah bagi ikan tidak ada, tangkapan akan merosot tajam. Kalau begini yang rugi juga nelayan," ujar Mukhlis di Pantai Gandoriah, Pariaman, Selasa (5/9).


Mukhlis menyadari perlunya sebuah langkah tegas dan sigap untuk menyelamatkan keanekaragaman hayati di perairan Pariaman. Apalagi, kotanya sedang mengembangkan destinasi wisata bahari. Akhirnya, pemerintah kota dan nelayan setempat membatasi zona inti, di mana nelayan tidak boleh melakukan aktiviitas penangkapan ikan apapun.


Sedangkan penangkapan ikan diperbolehkan di zona pemanfaatan perikanan, di mana nelayan diperbolehkan melakukan penangkapan ikan untuk ukuran tertentu. Aturan lokal ini menjadi instrumen kuat untuk pengawasan sumberdaya ikan. "Namun pada prinsipnya, seluruh area laut Pariaman sudah masuk konservasi," katanya. 


Peliknya permasalahan dan ancaman lingkungan di pesisir Sumatra Barat membuat pemerintah harus jeli menggandeng swasta. Apalagi, perbaikan terumbu karang tentunya membutuhkan biaya yang besar. 


Operation Head DPPU Minangkabau, Ridwan, menyebutkan bahwa dibuatnya taman terumbu karang merupakan bentuk kepedulian perusahaan atas upaya pelestarian ekosistem laut, khususnya wilayah pesisir yg berada di sekitar operasi Pertamina.


"Terumbu karang yang tumbuh mempunyai fungsi dan peranan penting bagi kesuburan perairan laut guna melindungi organisme biota laut. Sehingga diharapkan dapat menyelamatkan ekosistem dan habitat laut yang ada di wilayah pesisir Sumatera Barat ini," jelas Ridwan. 


Ia melanjutkan, bantuan penanaman taman terumbu karang didasari oleh potensi keragaman organisme biota laut di Kota Pariaman. Bantuan diberikan senilai Rp 200 juta terdiri atas ratusan rangka besi beton yang ditanami terumbu karang dan dibentuk meniadi taman terumbu karang di dasar laut.


Hal yang sama juga dilakukan Pertamina di Teluk Kabung yang masih berada di wilayah Kota Padang, Sumatra Barat. Penanaman terumbu karang buatan dilakukan di Gosong Bada, Perairan Sungai Pisang, Teluk Kabung Selatan, Kota Padang. Pemasangan terumbu karang buatan kali ini merupakan program lanjutan setelah sebelumnya dilakukan penanaman kubus terumbu karang buatan di lokasi yang sama pada tahun 2016. Sebanyak 160 kubus terumbu karang buatan dan transplantasi karang dipasang di perairan dangkal Teluk Kabung.


(CSR.id)

Berita Terkait
Peduli Penderita Bibir Sumbing
Kapolresta Sidoarjo Lepas Belasan Anak Penyu ke Laut Bebas
CSR Semen Padang Raih Penghargaan di ISDA 2017
Holcim Berikan Beasiswa bagi Siswa  SD dan  SLTA
Grand Mercure Jakarta Harmoni Berikan Santunan Hewan Qurban

Please login for commentKomentar
Jakapoleng
bagus tuh acarnya jadi ingin ikut melestarikan trumbu karang bawah laut indonesia biar tambah banyak keindah bawah lautnya
AhbiiJakaPoleng
Sebuah upacaya pelestarian yang bagus . Harus di lanjutkan
Renny
lihata digambar aja udah bagus gimana lihat langsung ke dasar lautnya pasti canti banget
emma
sepertinya semua terumbu karang di seluruh perairan Indonesia harus dilestarikan tidak hanya di Pariaman aja
JakAPolenG
wah bagus sekali trumbu karagnya ... walau pun trumbu karang buatan pasti ikan" senang tuh berteduh di situ
novel
Peduli sekali ya pertamina gitu sama ekosistem lautnya...ya wajar aja karna mereka ambil minyak dari dlm laut sana
Jakapoleng
Program yang bagus dari pertamia, kedepannya semoga seperti itu lagi agar kelestarian terumbu karang terjaga. Karena dari alam kita bisa bertahan hidup